Merangkai Jalur Sutra ”Sneaker” Palsu Impor
Informasi mengenai sepatu kets atau sneaker branded palsu berasal dari China telah menyebar luas. Namun, membuktikannya dan mengungkap jalurnya hingga bisa masuk ke Jakarta dengan begitu masif adalah persoalan lain. Tim investigasi Kompas mengungkap fakta ini lewat potongan fakta-fakta yang terpisah.
Tantangan awal adalah menghadapi sikap pengelola toko sneaker palsu yang merahasiakan asal usul barang dagangannya. Sikap tertutup mereka tak mengherankan. Selain ada kekhawatiran masalah hukum, akses impor adalah sumber penghasilan mereka.
Menguasai akses impor berarti mereka bisa menjadi pemasok untuk pedagang eceran (reseller) lain. ”Itu rahasia perusahaan,” kata Aldi, pengelola toko sneaker palsu di kawasan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/7/2025).
Toko Aldi mendatangkan 5.000-8.000 pasang sneaker palsu langsung dari China per bulan. Tiruan Nike, Adidas, dan Puma, banyak tersedia di tokonya.
Demikian juga Ojes, pengelola toko di Pasar Taman Puring, Jakarta yang mendatangkan ribuan pasang sepatu langsung dari China per bulan. Ia banyak menjual tiruan Adidas dan Onitsuka Tiger. ”Mereka yang belum kenal orang-orangnya, tidak bisa impor,” ujarnya.
Petunjuk pertama datang dari sepotong resi lusuh berukuran sekitar 3×5 sentimeter. Resi berlabel ”ZTO Express” disertai kode batang (barcode) itu di karung-karung sneaker palsu yang baru tiba di Pasar Taman Puring, Rabu (23/7/2025).
Resi itu bernomor 80013843127100140004, disertai sejumlah keterangan dalam aksara China. Lewat pemindaian barcode dengan ponsel dan pelacakan di situs diketahui, barang itu berasal dari Kota Putian, Provinsi Fujian, China. Adapun nama perusahaan logistiknya ZTO Express.
Hasil pelacakan resi menunjukkan perjalanan karung berisi sepatu palsu itu. Dari kota Putian, Senin (23/6/2025) pukul 16.58, situs pelacakan resi pengiriman itu merekam perjalanan sneaker palsu itu ke beberapa kota. Kemudian, perjalanan sepatu palsu itu berakhir di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Rabu (25/6/2025) pukul 15.51.
Resi yang lain menunjukkan perjalanan yang mirip di jalur yang sama. Resi itu ditemukan di karung lain pada waktu berbeda dan di toko yang berbeda di Pasar Taman Puring, Kamis (28/7/2025). Meski menempuh jalur yang sama, kota asal resi kedua ini berbeda.
Perjalanan karung isi sepatu palsu dengan resi kedua itu berawal dari kora Quanzho, masih di Provinsi Fujian, China. Provinsi Fujian telah lama diberitakan kanal-kanal berita internasional sebagai pusat pembuatan dan perdagangan sneaker palsu ke seluruh dunia.
Tujuan terakhir yang tercatat di resi juga sama, Guanzhou di Provinsi Guangdong. Setelah itu, tak ada keterangan lain perjalanan karung-karung berisi sneaker palsu itu.
Hasil pelacakan resi-resi pengiriman itu membuktikan bahwa sneaker palsu impor dari China mendominasi pasar sneaker palsu Indonesia saat ini. Padahal, sebelum tahun 2015, sneaker palsu yang beredar di pasaran di Jakarta dan sekitarnya didominasi buatan lokal, yaitu antara lain dari sentra pembuatannya di Tangerang dan Cibaduyut.
Pelacakan resi-resi memberi gambaran jalur umum untuk pengiriman sneaker palsu ke Indonesia. Sebelum sampai di Jakarta, sneaker-sneaker itu transit di kota pelabuhan Guangzhou.
Namun, temuan ini masih menyisakan pertanyaan besar. Bagaimana resi pengiriman sneaker palsu itu berakhir di Guangzhou, sedangkan barangnya ditemukan di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan? Mengapa resi pengiriman tidak mencatatkan tujuan akhir, yaitu di Pasar Taman Puring?
Untuk memecahkan teka-teki ini, penelusuran beralih ke perusahaan logistik dalam negeri, khususnya yang melayani jasa pengiriman barang lintas negara.
Kompas juga sempat menanyakan pada ZTO Express melalui surel resmi mereka. Namun, pertanyaan tak dijawab. ZTO Express adalah salah satu perusahaan logistik terbesar di China yang melayani pengantaran titik terakhir (last mile).
Impor borongan
Kompas juga mencari informasi dari sejumlah pengelola perusahaan logistik. Dari para pengusaha itu, diperoleh informasi kemungkinan dikirim lewat impor door to door atau impor borongan. Untuk masuk ke Indonesia, biasanya barang transit di gudang-gudang di Singapura dan dikirim lewat berbagai pelabuhan, Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga pelabuhan tikus di Sumatera.
Bahkan, Kompas juga mengirim dua reporter untuk memeriksa lokasi pergudangan di Airport Cargo Road, Singapura. Pemeriksaan ini untuk memastikan informasi tersebut. Namun, di sana tak diperoleh banyak informasi terkait.
Informasi penting datang dari para mantan ”pemain” sepatu palsu lokal dan mantan importir sepatu palsu. Dari mereka, kami mendapatkan info bahwa sepatu palsu China diduga kuat masuk ke Indonesia lewat jalur “impor borongan.”
”Jadi, kita pakai impor borongan. kalau beli di supplier di Fujian, barang harus diantar dulu ke gudang-gudang si impor borongan itu di Guangzhou. Kirimnya ke gudang di Guangzhou pakai kurir lokal sana saja, bisa ZTO Express. Baru dari impor borongan di Guangzhou dikirim ke Jakarta,” kata Richard, salah satu mantan importir sneaker palsu.
Dari mereka juga diperoleh beberapa nama perusahaan penyedia jasa impor borongan yang digunakan untuk impor sneaker dari China. Seluruh potongan info ini terkonfirmasi saat Kompas mendatangi penyedia jasa impor borongan di Jakarta, yaitu PT Boshoku Nusa Express dan BlueRay Cargo.
Sales kedua perusahaan itu memastikan mereka biasa mengirim sepatu dari Guangzhou ke Jakarta dengan tarif Rp 5 juta-Rp 6 juta per meter kubik (cbm). Potongan informasi melengkapi petunjuk awal tentang jalur pengiriman sneaker palsu dari China ke Jakarta.
Misteri selanjutnya, bagaimana akses masuk sneaker palsu melintasi perbatasan. Pengelola PT Boshoku Nusa Express, Rama, dikonfirmasi oleh Executif Impor PT Boshoku Nusa Express, Zaki, mengungkap, mereka mempunyai ”beking” oknum Bea Cukai yang membantu mereka saat memasukkan barang. Kerja sama ini juga untuk menurunkan pajak yang harus dibayarkan.
Tidak masuk akal
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nirwala Dwi Heryanto menyatakan, biaya jasa pengiriman sepatu dari BlueRay Cargo dan PT Boshoku Nusa Express yang hanya Rp 5 juta-Rp 6 juta per cbm itu tak masuk akal.
Dari simulasi Nirwala, sepasang sepatu yang berharga Rp 200.000 atau harga rata-rata pemasok di China, total pajak impornya Rp 83.750 per pasang. Dengan asumsi 1 cbm berisi sekitar 150 sepatu, berarti total pajak impor seharusnya Rp 12,5 juta.
”Makanya kalau yang namanya per kubik sekian, segala macam, itu tak masuk akal kalau importasinya benar,” katanya.
Dari analisis itu, tarif yang dibanderol PT Boshoku Nusa Express dan BlueRay Cargo hanya setengah dari pajak resmi. Ini belum menghitung biaya pengiriman resmi.
Menurut Nirwala, perusahaan logistik bisa jadi mencatut nama petugas Bea dan Cukai sebagai rekanan untuk meyakinkan konsumen untuk menggunakan jasa mereka.
Kepala Administrasi BlueRay Cargo Gatot Subroto menyangkal semua tuduhan. Ia menyatakan BlueRay Cargo melakukan impor sesuai aturan dan membayar pajak penuh. Ia juga menyangkal pernah digunakan untuk mengirim sneaker palsu. Sebab, pihaknya memeriksa semua muatan.
Impor borongan adalah impor yang dilakukan dengan menggelapkan pajak yang seharusnya berlaku. Praktik ini diduga melibatkan sindikat perdagangan ilegal internasional dan pejabat pemerintah dan penegak hukum Indonesia. Dokumen pabean yang seharusnya dilaporkan sesuai dengan kondisi aktual, dibuat sedemikian rupa agar dapat mengurangi jumlah pajak yang dibayarkan.
Penjualan marak
Dari Jakarta dan Bandung, sneaker palsu didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia melalui pedagang eceran dan toko daring. Tak hanya di toko sepatu pinggir jalan, sneaker palsu juga dijual di mal-mal yang memiliki sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI).
Mal bersertifikat HKI seharusnya menjamin bahwa mal itu hanya menjual produk-produk asli. Pelacakan Kompas Juli-Agustus 2025 menemukan, sedikitnya satu mal di setiap wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta menjual sneaker palsu asal China. Praktik serupa terjadi di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Sebagian besar sneaker yang dijual di pusat-pusat perbelanjaan itu disebutkan berkualitas ”mirror 1:1”. Kualitas ini diklaim paling baik, kualitas yang tak bisa dibedakan dengan versi orisinal. Pengelola toko tak menutupi bahwa barang yang dijualnya bukan orisinal.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Alphonzus Widjaja mengingatkan semua penyewa toko di mal bersertifikat harus mematuhi aturan HKI. ”Pusat perbelanjaan tidak akan membiarkan segala bentuk pelanggaran atas peraturan atau ketentuan yang berlaku. Kami akan memberikan sanksi sesuai ketentuan,” jelasnya, Selasa (12/8/2025).
Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Brigadir Jenderal Arie Ardian Rishadi menerbitkan sertifikat HKI ke 97 mal di Indonesia per 2025. Langkah ini sebagai upaya pencegahan terhadap penjualan produk palsu.
Maraknya peredaran barang palsu di Indonesia menjadi atensi khusus Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR). Lembaga ini salah satu mal di Jakarta Utara sebagai notorious market, pusat peredaran barang palsu dan bajakan.
Laporan USTR tahun 2025 memasukkan Indonesia dalam daftar pantauan prioritas (priority watch list). Di daftar itu, Indonesia berada dalam daftar 8 negara prioritas yang harus diawasi terkait peredaran barang palsu.
Direktur Eksekutif Masyarakat Indonesia Antipemalsuan, Justisiari Perdana Kusumah, mengatakan, minimnya perlindungan terhadap HKI bisa berdampak panjang. Selain merugikan pemilik merek atau produsen, fenomena ini juga bisa memengaruhi iklim investasi di Indonesia.
