GIIAS Surabaya 2025 Mencoba Merayu Konsumen di Tengah Kondisi Menantang
Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya digelar lagi di Grand City Convention and Exhibition, Jawa Timur, mulai Rabu (27/8/2025) pukul 10.00 WIB. Tahun ini, ajang ini digelar di tahun menantang secara ekonomi.
Sebanyak 22 jenama mobil, 8 merek sepeda motor, dan 14 industri pendukung otomotif mulai berebut hati konsumen sampai Minggu (31/8/2025). Semua ingin menjual serta meraih cuan signifikan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Jelang siang, Irawan (35) selesai membeli tiket senilai Rp 35.000 per orang. Dari loket, kakinya ringan melangkah ke lantai dasar gedung konvensi-ekshibisi yang masih lengang.
Masih sedikit pengunjung, di kawasan itu sudah berderet mobil dari Daihatsu, Suzuki, BAIC, Geely, Vinfast, DFSK, Seres, dan Jaecoo. Selain itu, ada Denza, Chery, Wuling, MG, GAC Aion, GWM, Citroen, dan Nissan.
”Lihat-lihat dulu di sini, masih lengang jadi enak, setelah itu ke lantai 3,” ujar Irawan, pebisnis produk pertanian dari Kabupaten Malang.
Di lantai 3 ada deretan oto dari BYD, Mazda, Lexus, Toyota, Honda, dan Mitsubishi. Di selasar luar, produk sepeda motor dari Aprilia, Kupprum, Moto Guzzi, Piaggio, Royal Enfield, Scomadi, United E-Motor, dan Vespa mencoba menarik konsumen.
Dari 30 jenama itu, 7 merek di antaranya peserta baru, mulai dari BAIC, Denza, GAC, Geely, GWM, hingga Jaecoo. Dari roda dua, ada Scomadi yanh ikut pertama kalinya.
Di kedua lantai itu, juga ada stan Astra Financial selaku sponsor platinum. Selain itu, di selasar kedua lantai juga ada pelbagai produk dari 14 industri pendukung otomotif.
Apakah akan beli mobil? Irawan mengangguk. Sambil agak berbisik, Irawan bilang menyiapkan dana Rp 200 juta-Rp 250 juta untuk membeli mobil pertamanya.
”Uang hasil panen kebun dan tabungan, mobil untuk dipakai jalan-jalan, rumah saya di desa di Malang selatan” katanya ramah.
Selepas tengah hari, ada juga calon konsumen lain, mengaku warga Surabaya timur, perempuan berusia 65 tahun, didampingi suami.
”Mau lihat-lihat dan tanya-tanya dulu mobil untuk cucu yang baru kuliah,” ujar perempuan bernama Ratnasari itu.
”Hadiah ulang tahun. Belinya enggak harus hari ini, besok atau kapan mampir ke dealer. Lihat dulu, mobil bensin atau listrik ya?” kata Ratnawati.
Terkait bujet, Ratnawati mengatakan tidak menyiapkan banyak dana. Oleh karena itu, dia tidak berharap mobil mahal untuk dipakai cucunya yang masih muda.
Irawan dan Ratnawati merupakan konsumen otomotif di Jawa Timur. Mereka mapan meskipun berasal dari kelompok ekonomi berbeda.
Irawan dari keluarga petani yang ingin membelanjakan sebagian hartanya untuk membeli mobil pertama. Ratnawati dari keluarga pebisnis sukses yang ingin menghadiahi cucu tercinta.
Menurut Project Director GIIAS 2025 Abiyoso Wietono, pameran otomotif di Surabaya merupakan rangkaian atau seri setelah pelaksanaan terbesar di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.
”GIIAS Surabaya sudah berlangsung sejak 2015. Sempat satu edisi tidak diadakan pada 2020 karena pandemi Covid-19,” ujarnya.
Setelah dari BSD, bursa selalu bergeser ke Surabaya. Abiyoso mengatakan, secara posisi dan kontribusi terhadap pasar otomotif nasional, Surabaya dan Jatim memang wigati atau amat penting karena setelah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Sebelumnya, saat GIIAS Surabaya 2024, pengunjung tercatat sedikitnya 35.400 orang dengan transaksi lebih dari Rp 407 miliar.
Tahun ini, penyelenggara berharap jumlah pengunjung naik 10 persen. Harapan serupa, meskipun diakui cukup berat, semoga berlaku untuk nilai transaksi.
Menurut Direktur Honda Surabaya Center Wendy Mihardja, situasi ekonomi memang sedang menantang. Namun, produsen dan agen tunggal pemegang merek (ATPM) juga melihat tantangan dari sudut pandang keyakinan atau sikap optimistis.
Wendy mencontohkan, produk yang dipamerkan patut luas dari sisi jenis dan harga. Di stan, Honda menampilkan Brio Satya E AT sebagai mobil termurahnya seharga Rp 213 juta.
Honda juga memamerkan produk baru Stepwagon e:HEV senilai Rp 633 juta. Produk termahalnya ialah CR-V e:HEV senilai Rp 828 juta.
Di stan Toyota ada Agya 1.2 G Stylix seharga Rp 216,7 juta. Agya berbagai tipe dengan harga Rp 196,7 juta (manual) sampai Rp 272,4 juta (CVT).
Selain itu, Hilux Rangga yang punya berbagai tipe dan harga kisaran Rp 210,2 juta (Cab-Chassis 2.0 STD MT) sampai Rp 327,9 juta (Pick Up 2.4 DSL High AT).
Mazda cuma membawa dua tipe ke pameran. CX-3 Kuro senilai Rp 429,9 juta dan CX-60 Sport seharga Rp 714 juta. Mereka juga siap jika konsumen ingin melihat produk lebih mahal yakni CX-60 Mild Hybrid senilai Rp 1,1 miliar atau CX-80 Hybrid senilai Rp 1,2 miliar.
”Kami ingin menghadirkan semangat Omotenashi, keramahtamahan khas Jepang yang tulus dan penuh perhatian terhadap setiap detail produk,” kata Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia Ricky Thio. Surabaya berperan penting bagi Mazda sebagai lokasi terbesar ketiga penjualan atau setelah Jabodetabek dan Joglo Semar.
Menjelang pembukaan, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan, Jatim terutama Surabaya merupakan wilayah dengan penyerapan pasar otomotif nasional yang tinggi.
Jatim merupakan pasar besar otomotif setelah Jabodetabek dan Jabar. GIIAS Surabaya yang telah berlangsung satu dekade diharapkan terus merangsang konsumsi atau penjualan kendaraan bermotor yang baik.
”Penjualan mobil merupakan indikator ekonomi,” kata Nangoi.
Ekonomi dalam situasi menantang akan dipandang baik-baik saja apabila konsumsi terjaga dan penyerapan pasar otomotif, khususnya mobil, masih cukup baik.
