Harapan, Antisipasi, dan Kejutan di GIIAS 2025
Puluhan merek mobil berlomba menampilkan kendaraan-kendaraan terbarunya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025. Muncul harapan akan produk-produk dengan teknologi terbaru sekaligus antusiasme yang membaik di tengah kelesuan pasar, disertai antisipasi dan beberapa kejutan di pameran yang ditunggu-tunggu ini.
Salah satu antisipasi terbesar bagi publik adalah harga beberapa mobil anyar yang dihadirkan di GIIAS 2025 ini. Rasa penasaran itu terjawab pada hari pembukaan khusus awak media (press day) di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). Adu harga sedang berlangsung.
Mitsubishi Destinator, SUV 7 penumpang yang sudah diluncurkan resmi pada Kamis (17/7/2025), menjadi salah satu barang terbaru yang ingin diketahui harganya. Irwan Kuncoro, Sales and Marketing Division Director PT Mitsubishi Motors Kramayudha Sales Indonesia (MMKSI), akhirnya membuka tabir harga itu di booth Mitsubishi di Hall 10 ICE BSD City.
Menurut Irwan, Destinator ditawarkan dalam tiga varian, yakni GLS, Exceed, dan Ultimate. Varian terendah GLS dibanderol Rp 385 juta, disusul varian Exceed seharga Rp 405 juta dan varian Ultimate dihargai Rp 465 juta. Semua harga on the road di wilayah Jabodetabek dan hanya berlaku selama periode launching mobil ini hingga akhir September 2025.
Khusus varian Ultimate, calon konsumen harus membayar lagi Rp 30 juta jika ingin melengkapi mobilnya dengan pintu belakang elektrik dengan sensor kaki, pengatur posisi kursi elektrik, dan sistem audio Dynamic Sound Yamaha Premium.
Harga Destinator ini cukup mengejutkan karena sejumlah pihak berspekulasi harga mobil ini sudah akan berawal di atas harga Mitsubishi XForce yang berada di kisaran Rp 400 juta.
Merek Hyundai memperbarui rupa Stargazer. Mobil tujuh penumpang ini kini diberi nama Stargazer Cartenz dan Stargazer Cartenz X. Tampilan luarnya, khususnya bagian gril, disempurnakan sesuai gaya desain Hyundai masa kini, agak mendekati wajah Palisade generasi kedua yang baru meluncur juga.
Stargazer Cartenz ini ditawarkan dalam enam pilihan varian dengan rentang harga siap jalan mulai dari Rp 269,9 juta hingga Rp 350,4 juta. Sementara Stargazer X yang berkesan lebih kokoh ada tiga varian dengan harga, mulai dari Rp 361,9 juta sampai Rp 391,9 juta.
Penamaan ”Cartenz”, kata President Director PT Hyundai Motors Indonesia Ju Hun Lee, merujuk pada puncak gunung tertinggi di Indonesia. ”Ini memperkuat citra Stargazer yang dirancang khusus di Indonesia untuk jalanan Indonesia. Ke depan, kami bersiap membawa model ini ke pasar global untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi berstandar internasional,” kata Lee.
Elektrifikasi
Kejutan lain diberikan pabrikan mobil listrik asal China, Build Your Dreams (BYD). BYD meluncurkan mobil listrik untuk perkotaan yang sudah ditunggu dengan harap-harap cemas, yakni BYD Atto 1. Di negeri asalnya, mobil ini dikenal dengan nama BYD Seagull.
Mobil berbentuk hatchback mini itu ditawarkan dalam dua varian, yakni Premium dan Dynamic. Varian Premium diklaim dapat menempuh jarak 380 kilometer (km) dalam kondisi baterai terisi penuh. Sementara Dynamic bisa menempuh jarak 300 km. Semua berdasarkan siklus uji NEDC.
Direktur Operasi PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun mengungkapkan, harga Atto 1 Premium sebesar Rp 235 juta dan Atto 1 Dynamic seharga Rp 195 juta. Harga di bawah Rp 200 juta ini membuat posisi Atto 1 akan berhadap-hadapan dengan mobil-mobil city car LCGC (low cost green car) dan mobil listrik mini lainnya, seperti Wuling Air ev atau Seres E1.
Model baru dari BYD ini tetap menambah ramai pasar mobil listrik. Beberapa produsen mobil listrik lainnya menghadirkan model terbaru dengan rentang harga variatif.
Vinfast, produsen mobil listrik asal Vietnam, mendatangkan SUV bernama VF 7 yang juga disebut-sebut menyesuaikan iklim dan kontur jalan di Indonesia. Model VF 7 ini melengkapi lini mereka yang, antara lain, telah memasarkan model VF e34, VF 5, dan VF 3 sejak tahun lalu.
CEO Vinfast Indonesia Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, ”Model VF 7 adalah model kelima Vinfast di Indonesia sehingga makin memperkuat posisi sebagai produsen mobil listrik paling lengkap.” Dua varian VF 7 dijual dengan harga Rp 499 juta dan Rp 599 juta. Sebanyak 200 pembeli pertama dapat diskon Rp 31 juta.
Masyarakat yang mendambakan mobil listrik lega berpenumpang banyak bisa mempertimbangkan Aletra L8. Mobil van multiguna ini berkapasitas delapan orang. Peluncuran di GIIAS ini sekaligus menandakan perusahaan ini memasarkan unit rakitan dari pabrik mereka di Purwakarta, Jabar. Harganya Rp 468 juta, sama dengan varian tujuh penumpang berkonfigurasi captain seat yang telah meluncur sebelumnya.
Aletra L8 juga ditawarkan dengan bentuk bodi lebih keren dengan tambahan sejumlah aksesori eksterior bertajuk Aero Line. Desain Aero Line ini dikerjakan rumah desain Musartwork yang dipimpin Musa Tjahjono, perancang otomotif asal Indonesia yang berkarier di AS. Tambahan body kit ini bisa ditebus dengan tambahan harga Rp 25 juta.
Pabrikan mobil listrik lainnya, Xpeng, menyibak dua model sekaligus, yakni SUV G6 Pro yang baru pertama kali diperlihatkan di wilayah Asia Tenggara, serta MPV X9 rakitan Indonesia. Merek yang diedarkan agen Erajaya Active Lifestyle ini menjual G6 Pro dengan harga berinsentif pajak Rp 619 juta. Sementara tiga varian MPV X9 harganya Rp 990 juta hingga Rp 1,099 miliar.
Insentif pajak bagi kendaraan elektrifikasi membuat sejumlah produsen mengoreksi harga jualnya. Mobil MPV listrik Maxus Mifa 9 kini harganya Rp 888 juta, dari sebelumnya di kisaran Rp 1 miliar.
Koreksi harga juga ditawarkan merek Volvo yang kini bernaung di bawah grup Geely. Model flagship mereka, XC90, berpenggerak plug-in hybrid (PHEV), kini dijual Rp 2,4 miliar dari sebelumnya Rp 2,75 miliar. Model PHEV lainnya, XC60, berbanderol Rp 1,59 miliar dari sebelumnya Rp 1,85 miliar. Adapun model listrik murni paling ringkas EX30 Plus kini Rp 930 juta dari Rp 1,09 miliar.
President Director Volvo Car Indonesia Yoshiki Terawaki mengatakan, ”Di tengah situasi ekonomi seperti ini, kami paham banyak orang membuat keputusan lebih bijak. Karena itu, kami berharap harga baru yang lebih kompetitif ini membuka kesempatan bagi yang telah lama mempertimbangkan Volvo Cars.”
Segmen kencang
Di segmen premium, RMA Indonesia yang mengageni mobil-mobil merek Ford dari AS resmi memasarkan mobil sport legendaris Ford Mustang. Varian yang dipasarkan di Indonesia ini adalah Ford Mustang 2.3L EcoBoost.
”Ford Mustang adalah ikon dari sejarah otomotif dunia. Oleh karena itu, kami sangat antusias akhirnya bisa membawa Ford Mustang 2.3L EcoBoost ke Indonesia,” tutur Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia.
Mobil berotot (muscle car) ini mengusung mesin bensin empat silinder berkapasitas 2,3 liter yang dilengkapi turbo gulungan ganda (twin scroll turbocharger). Tenaga maksimum yang dikeluarkan sebesar 315 PS dengan torsi puncak 475 Nm. Tenaga mesin disalurkan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 10 percepatan.
Untuk meminang mobil ini, calon konsumen perlu merogoh kocek sebesar Rp 1,964 miliar (on the road di Jakarta). Sebuah harga yang tergolong ”murah” untuk sebuah muscle car legendaris yang tampil gagah dan garang.
Penggemar mobil kencang bermesin bakar juga bisa menengok anjungan Mercedes-Benz. Pabrikan Jerman ini menyingkap selubung mobil emosional Mercedes-AMG CLE 53 4Matic+ dengan atap buka-tutup alias cabriolet.
Model terbaru CLE ini mengusung mesin berkubikasi besar, yakni 3.000 cc dengan penggerak empat roda. Mesin enam silinder segaris itu mengeluarkan tenaga hingga 449 hp, dengan torsi puncak 560 Nm. Akselerasi hingga kecepatan 100 km per jam dipetik hanya 4,2 detik. Untuk bisa membeli mobil berkecepatan maksimum 270 km per jam ini, penggila kecepatan mengeluarkan biaya minimal Rp 2,9 miliar.
Sementara itu, PT Honda Prospect Motor (HPM), resmi memasarkan MPV Honda STEP WGN e:HEV berpenggerak hibrida dengan harga Rp 629 juta (on the road di Jakarta). Di kisaran harga ini, merek Subaru mengeluarkan generasi terbaru model legendaris SUV Forester. Harga spesial selama pameran Rp 695,5 juta. Dua mobil ini tidak berperforma tinggi, tetapi menjanjikan kesenangan menyetir bersama keluarga.
Masih soal harga, PT Chery Sales Indonesia memperkenalkan dua varian baru Chery Tiggo Cross, yakni varian Tiggo Cross Sport dan Tiggo Cross CSH (Chery Super Hybrid). Varian Sport bermesin 1,5 liter turbo dibanderol Rp 299,9 juta, sementara varian CSH dihargai Rp 319,8 juta.
Masa depan
Meskipun demikian, tidak semua pabrikan ataupun APM yang memajang mobil terbarunya menguak daftar harga ini. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), misalnya, memperkenalkan mobil listrik perdananya, Suzuki e-Vitara, yang dikembangkan dari mobil konsep Suzuki eVX. Presiden Direktur PT SIS Minoru Amano hanya menyebutkan mobil ini baru akan dipasarkan di Indonesia pada awal tahun 2026.
Sementara Toyota Indonesia, yang terdiri dari PT Toyota-Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), memajang mobil listrik Toyota Urban Cruiser yang dikembangkan dari platform yang sama dengan Suzuki e-Vitara. Selain itu, Toyota juga memajang sedan mewah Toyota Crown FCEV (Fuel Cell Electric Vehicle) bertenaga hidrogen.
”Kami juga akan memulai produksi lokal New Toyota bZ4X,” ungkap Presiden Direktur PT TAM Hiroyuki Ueda.
Dalam acara temu media sepekan sebelumnya, Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, mobil listrik murni tersebut akan dirakit secara CKD (completely knocked down) mulai akhir tahun ini di pabrik Toyota Karawang Plant 1 di Karawang, Jawa Barat. Diharapkan, dengan dirakit secara lokal, harga Toyota bZ4X akan turun dan menjangkau pasar yang lebih luas.
