Menumbuhkan Semangat Technopreneur Mahasiswa Rantau di Telkom University
Mahasiswa rantau atau anak rantau merupakan sebutan bagi mereka yang melanjutkan kuliah ke luar pulau atau luar provinsi. Kata mahasiswa rantau atau anak rantau sangatlah populer dikehidupan kampus, termasuk di Telkom University. Ketika memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar pulau atau sangat jauh dari rumah, sangat banyak hal-hal baru serta perubahan yang terjadi dalam diri seseorang. Di Telkom University sendiri mahasiswa-mahasiswanya berasal dari berbagai penjuru Indonesia bahkan ada yang berasal dari luar negeri. Dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat, tersebar ribuan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Telkom University, salah satu kampus yang ada di Bandung, Jawa Barat. Lalu, bagaimana rasanya menjadi seroang mahasiswa rantau? Tentunya ada rasa sedih dan juga perasaan yang berbeda karena jauh dari orang tua, keluarga, teman, dan sahabat sebelumnya. Itulah salah satu faktor yang membuat mahasiswa rantau menjadi sedikit lebih harus pintar dibandingkan dengan mahasiswa yang tinggal dengan orang tua di Bandung.
Mahasiswa rantau harus sangat cerdas dalam melakukan manajemen dalam hidupnya sendiri. Baik dari segi waktu, keuangan, serta mengontrol diri untuk tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk. Hal-hal tersebut terjadi karena manajemen atau kontrol diri dari mahasiswa rantau benar-benar harus dilakukan oleh dirinya sendiri, tanpa mengandalkan orang tua atau keluarga seperti sedang saat berada dirumah. Hal utama yang biasanya menjadi masalah bagi mahasiswa rantau adalah masalah keuangan. Sering kali, beberapa mahasiswa mengalami kekurangan uang saku atau kehabisan uang saku sebelum waktunya. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, seperti kebutuhan mendadak, budget makan yang tidak teratur karena rasa yang tidak selalu pas, membeli kebutuhan bulanan kos atau kampus, atau bahkan sifat hedonisme yang sering dilakukan untuk mengusir rasa kesepian di kos. Berbeda dengan mahasiswa yang memang tinggal di rumah orang tuanya, tidak perlu memikirkan biaya makan atau kebutuhan kos lainnya. Dalam mengatasi masalah keuangan bagi mahasiswa rantau, sebenarnya terdapat cara-cara yang sederhana seperti mengelola keuangan dengan baik dan tidak terlalu boros. Akan tetapi, terkadang kedua cara tersebut tidak mempan, sehingga satu-satunya cara adalah dengan mencari penghasilan tambahan. Mahasiswa rantau di Telkom University memiliki banyak peluang untuk mendapatkan tambahan uang saku, salah satunya adalah dengan menjadi seorang technopreneur. Technopreneur sendiri berasal dari gabungan kata technology dan enterpreneur yang berarti melakukan peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi. Mahasiswa rantau di Telkom University memiliki banyak mata kuliah yang dapat membantu mereka dalam melakukan pengembangan usaha menggunakan teknologi. Selain itu, dengan menjadi technopreneur pasar yang mereka tuju sangat luas. Mereka dapat menjadikan semua civitas akademik di Telkom University yang sudah melek dengan teknologi sehingga tidak sulit dalam menjadi seorang technopreneur. Terlebih lagi, mahasiswa-mahasiswa sekarang sudah sangat mudah dalam menggunakan berbagai media atau paltform dalam melakukan usahanya sehingga pasar yang dijangkau semakin luas. Dengan menjadi technopreneur juga selain mendapatkan keuntungan berupa tambahan penghasilan, mahasiswa dapat menjadikannya sebagai media pembelajaran dan praktik terhadap apa yang telah didapatkan di Telkom University. Waktu yang dibutuhkan pun sangat fleksibel, dapat disesuaikan dengan kesibukan mahasiswa rantau. Sehingga sangatlah penting dalam membangun semangat technopreneur
